Total Tayangan Laman

Arsip Blog

Powered by Blogger.

Pribadi yang Tenang

Pribadi yang Tenang

 
Sikap resah, gelisah, panik merupakan tanda ketidak-tenangan seseorang dalam bersikap dan berperilaku. Sikap tersebut dapat mendatangkan situasi di sekitarnya tidak bersahabat. Bahkan akan memupuk sikap ceroboh, emosional, dan membuat orang lain terdzalimi. Padahal prestasi, kesuksesan dapat diraih oleh seseorang yang hatinya senantiasa berada dalam keadaan tenang.

Seseorang yang memiliki pribadi yang tenang dapat dilihat dari kemampuannya berpikirnya yang jernih, kemampuan menghimpun informasi secara akurat, dan kemampuan dalam bertindak yang selalu tepat, efektif dan efisien. Semua itu akan diperoleh dari keyakinan yang tinggi pada Alloh SWT. Sementara keyakinan dapat diperoleh dari ilmu pengetahuan dan pemahaman. Hal yang ironis jika seseorang bisa berprestasi tanpa ilmu atau pengalaman atau tanpa pendekatan kepada Alloh. Karena dengan ilmu, seseorang dapat merangkum berbagai informasi, dan melalui pengalaman seseorang akan meraih sejuta wawasan. Begitu pula dengan pendekatan melalui dzikir dan doa akan menyebabkan seseorang bertambah keyakinan pada Sang Khalik.

Keyakinan dapat muncul dari latihan yang insentif. Orang yang terbiasa hidup sederhana, misalnya. Yang sejak kecil dididik untuk hidup sederhana, maka setelah dewasa, dikala jabatan telah digenggamnya tak membuatnya silau, karena baju ke-zuhud-an senantiasa melekat dalam dirinya. Itu salah satu bukti akan terinternalisasinya ilmu dan kedekatan diri pada Alloh SWT sehingga menjadikan-Nya sebagai yang utama.

Saudaraku, marilah kita pupuk diri kita menjadi pribadi yang tenang, namun tetap terkendali. Karena dengan sikap tenanglah akan melahirkan pribadi yang bijak dan berwibawa. Maka disaat kita dilanda gelisah, cukuplah Alloh menjadi tempat pemberi ketenangan. Semoga Alloh SWT yang menggenggam setiap hati hamba-hamba-Nya senantiasa melimpahkan ketenangan kepada kita. Aamiin.

Islam Damai dan Perang

Islam adalah agama damai. Tetapi ajaran Islam damai seringkali tercoreng oleh ulah sebagian umat Islam yang bertindak ekstrem dengan mengatasnamakan Islam. Di tempat lain kalangan non-Muslim semakin memantapkan stigma negatif mereka terhadap Islam bahwa Islam adalah agama ekstremis dan mengajarkan peperangan. Dalam sejarah Islam memang terdapat peperangan yang dilakukan kepada musuh Islam, tetapi

Hukuman Penghujatan Terhadap Islam

Penghujatan atau penghinaan terhadap Islam saat ini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh musuh Islam. Terlebih terhadap sosok Rasulullah saw yang sedemikian rupa telah digambarkan dengan sangat tidak sopan dan tuduhan-tuduhan palsu. Menanggapi hal-hal tersebut bagaimana Islam menanggapinya?


Pertanyaan selanjutnya yang sangat sering ditanyakan adalah hukuman
penghujatan dalam Islam. Ini

ISLAM DISEBARKAN DENGAN PEDANG?

Benarkan penyebaran Islam dilakukan dengan pedang (perang)?

Salah satu hal yang dikaitkan terhadap Islam adalah adanya bentuk-bentuk peperangan di dalam Alquran dan peperangan yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw, yang mana hal itu telah meletakkan dasar kuat bahwa prinsip dasar dakwah Islam adalah dengan cara kekerasan benarkan demikian?

Analisis secara objektif tentang doktrin hukum Islam

Perbedaan Islam Dengan Agama Lain





Perbedaan Islam dengan agama lain sangat luas cakupannya. Berikut adalah beberapa ciri pembeda antara agama Islam dengan Agama lain:



1.) Islam mempercayai Tuhan sebagai Maha Pencipta alam semeta ini dan menampilkan keesaanNya dengan kata-kata yang amat bersahaja, komprehensif dan menarik. Minat seorang pedusunan ataupun seorang terpelajar. Islam menyebut Tuhan sebagai Wujud Yang Paripurna,

Bunuh diri dalam Pandangan Islam

Bagaimana Islam memandang tindakan bunuh diri?

Prinsip mengambil nyawa adalah sama, baik nyawa orang lain maupun nyawa diri sendiri. Nyawa atau kehidupan bukanlah milik kita, melainkan diciptakan atau dijadikan dengan maksud dan tujuan. Hanya Sang Penciptalah yang mempinyai keputusan akhir dalam perkara ini, apakah Dia akan memanggil Kembali seseorang kepada-Nya atau tidak memanggilnya. Jadi

TAUHID RASULULLAH

Di antara rukun-rukun keimanan kepada Allah, yang terbesamya adalah iman kepada Tauhid. Rasulullah saw semenjak beliau mendakwahkan risalat hingga akhir hayat beliau, terus menerus mengumandangkan ajaran laa ilaaha Illallah yakni, tiada yang layak disembah kecuali Allah. Beliau menanggung segala macam penderitaan, namun beliau tidak henti-hentinya mengemukakan ajaran ini. Sehingga, pada saat